Bukan Pedang atau Pistol, Inilah Hero yang Pakai Lentera untuk Battle

 

  Zhuxin salah satu hero unik yang bertarung dengan sebuah lentera. Hero berparas cantik ini adalah salah satu hero dengan role mage. Walaupun hanya dengan sebuah lentera, hero mage ini sangat bagus untuk teamfight. Apa alasan dibalik Zuxhin meggunakan lentera saat bertarung? Berikut cerita hero Zhuxin.

Seorang gadis muda misterius yang memandu kupu-kupu api dengan Lentera Rohnya.

Kota Zhu'an, sebuah tempat seperti mimpi di mana hal-hal gaib dapat ditemukan di setiap sudut kota.

Ritual peramalan, boneka kertas yang menari, dupa pemicu mimpi ... keajaiban aneh dan kisah-kisah hebat yang tak ada habisnya yang berasal dari kota penuh pesona ini. Di antara mereka, barangkali kisah yang paling misterius adalah kisah "gadis itu".

Legenda mengatakan bahwa seorang gadis misterius bernama Zhuxin sering terlihat berkeliaran di malam hari di Zhu'an dengan membawa lentera di tangannya. Dia memiliki kemampuan untuk memanggil kupu-kupu api, yang mana dia gunakan sebagai media untuk memenuhi harapan terdalam manusia.

Zhuxin tidak peduli dengan kekayaan atau kekuasaan, hanya harapan paling murni yang berharga baginya. Konon katanya, siapa pun yang menerima bantuannya akan menjadi sasaran cobaannya, mulai dari mempertaruhkan seluruh kekayaan hingga berjalan di tengah-tengah hidup dan mati. Sebagian orang berupaya untuk memanfaatkan kemurahan hatinya, sementara yang lain mengutuknya sebagai penyihir jahat, tetapi dia tidak pernah mempermasalahkan apa yang dipikirkan orang lain. Saat orang-orang menyebutnya plin-plan, dialah orang pertama yang mengangguk setuju. Namun, begitu perjanjian telah dibuat dan kupu-kupu mulai menari, baik langit maupun bumi, hidup maupun mati tidak dapat menghentikannya untuk memenuhi sebuah harapan.

Tidak ada yang tahu dari mana asalnya atau apa tujuannya, hanya saja dia selalu mencari sesuatu. Keberadaannya sama misteriusnya dengan malam itu sendiri.

Namun Zhuxin tidak selalu menyukai malam.

Seribu tahun yang lalu, Zhuxin hanyalah anak yatim piatu yang berkeliaran di jalanan Zhu'an. Baginya, gelapnya malam berarti bahaya. Dalam kegelapan, sifat jahat manusia muncul untuk menari dengan iblis.

Namun Zhuxin Kecil menyukai nyala api yang terang. Setiap tahun selama festival pertengahan musim panas, penduduk kota akan menyalakan tungku api yang tak terhitung jumlahnya di seluruh kota. Cahaya hangatnya membuat senyum setiap orang yang lewat tampak lebih berseri dan ramah, namun Zhuxin selalu menjaga jarak. Para tetua mengatakan bahwa Zhuxin terlahir sebagai yatim piatu. Menurut cerita, dia ditemukan merangkak keluar dari peti mati setelah orang tuanya meninggal. Dia memiliki energi Yin yang sangat kuat sehingga orang-orang menganggapnya sebagai pertanda buruk. Zhuxin kecil hanya bisa mendekati kehangatan bara api yang masih tersisa setelah orang-orang pulang. Di malam-malam yang penuh keberuntungan, dia bahkan dapat menemukan kue bunga di sisa-sisa makanan yang dibuang.

Dan pada malam-malam itu, di bawah bara api yang menyala, Zhuxin menggenggam erat kue bunganya dengan tangannya yang tertutup jelaga dan merasakan kehangatan di dalam hatinya.

Namun, kenyamanan kecil ini tidak akan bertahan lama. Saat keseimbangan antara Yin dan Yang hancur, perang melanda seluruh Cadia Riverlands. Monster-monster muncul dari kegelapan dan meneror seluruh wilayah. Seluruh kota diliputi ketakutan. Semua orang bersembunyi di dalam rumah dan tidak ada yang berani keluar untuk menyalakan tungku api. Zhuxin kecil melewati banyak malam yang sangat dingin hingga akhirnya kehangatan dalam tubuhnya perlahan pudar.

Dikelilingi oleh kegelapan, dia mengembuskan nafas terakhirnya.

Namun energi Yin milik Zhuxin mencegah jiwanya menghilang. Apakah dia masih hidup atau sudah menyebrang alam? Apa yang harus dia lakukan? Ke mana dia harus pergi? Dia mencoba mencari jawaban, namun tidak mampu melarikan diri dari malam itu, tidak peduli seberapa keras kaki kecilnya berusaha. Perasaan yang aneh; dia tidak lagi harus bernapas, namun tidak pernah merasa begitu sesak. Apakah dalam hidup atau mati, terang atau gelap, adakah seseorang yang memiliki jawabannya? Adakah seseorang yang dapat menyalakan secercah harapan?

Sebuah cahaya menembus kegelapan.

Zhuxin kecil membuka matanya saat cahaya murni turun dari langit-itu adalah Great Dragon, dewa pelindung Cadia Riverlands dan salah satu dari naga kembar.

"Apakah kamu di sini untuk mengusirku?"

Great Dragon tidak menjawab, malahan dia memunculkan lentera berbentuk bunga yang turun ke arah Zhuxin dengan lembut.

Saat menyentuh tangannya, kupu-kupu api terbang keluar dari lentera dan menerangi malam. Zhuxin kecil tiba-tiba mendapati dirinya melayang di angkasa bersama Great Dragon. Di tengah lautan awan yang tenang, lilin lentera menyinari angkasa, dan keduanya berbincang di atas awan. Great Dragon menjelaskan bahwa Zhuxin tidak dapat masuk ke alam baka karena dia tidak memiliki harapan. Jika seseorang hidup dan mati tanpa harapan, apa artinya hidup? Namun jika seseorang meninggal dunia tanpa penyesalan, maka tidak ada yang perlu ditakutkan. Hanya dengan menemukan harapannya, dia dapat memulai perjalanan berikutnya.

"Harapanku? Apa itu?"

"Nak, aku telah memberimu lentera ini untuk menerangi perjalananmu, namun harapanmu adalah sesuatu yang harus kamu cari sendiri.

"Apakah aku ... bisa menemukan sesuatu yang kuharapkan?"

"Tentu saja. Keberadaanmu ini merupakan buktinya."

Zhuxin mengucapkan selamat tinggal pada naga itu dan pergi membawa lentera.

Pada awalnya, dia mengembara tanpa tujuan, kebingungan harus mencari apa. Akhirnya, dia berpikir bahwa jika dia masih belum bisa menemukan harapannya, mungkin dia harus memenuhi harapan orang lain terlebih dahulu. Oleh karena itu, dia memanggil kupu-kupu api sebagai pembawa pesan, mencari, mendengarkan, dan memenuhi harapan yang tak terhitung jumlahnya.

Malam demi malam, Zhuxin mendengarkan isi hati orang lain. Terkadang dia terjebak oleh tipu daya mereka; di lain waktu dia membongkar niat mereka yang sebenarnya dengan rencana Zhuxin sendiri. Hingga suatu hari, secara kebetulan, dia memenuhi harapan yang begitu tulus sehingga membuat lentera cukup terang untuk menghangatkan hatinya; itu adalah perasaan yang sama dari masa kecilnya.

Zhuxin kemudian menyadari bahwa hanya harapan tulus yang layak diperjuangkan. Namun, manusia adalah makhluk yang rumit, dan hati mereka terlalu mudah disesatkan oleh kekayaan dan kekuasaan. Jadi, dia mulai membuat berbagai cobaan untuk menguji nilai dari harapan orang-orang. Bahkan saat cobaannya membuat orang keliru memahaminya, takut padanya, dan mengutuknya, dia tidak pernah membela diri, karena semua itu tidak penting.

Baginya, yang terpenting adalah menemukan harapan-harapan yang terlupakan, terkubur dalam abu, dan memberikannya tiupan lembut untuk menyalakan kembali apinya. Saat dia membantu seorang pemuda membawakan sekuntum bunga untuk saudari perempuannya yang buta, Zhuxin dapat merasakan harumnya bunga untuk pertama kalinya. Saat Zhuxin membantu arwah yang menangis tewas di negeri asing untuk menyampaikan surat kepada istrinya, dia mengerti bahwa kematian tidak dapat memisahkan cinta sejati.

Setiap harapan yang berharga membuat lentera yang dibawanya menyala lebih terang, dan membuat dunia di matanya menjadi lebih nyata.

Meskipun Zhuxin belum menemukan harapannya sendiri, sekarang dia mengerti bahwa harapannya harus cukup terang untuk membawa kehangatan pada malam yang panjang; cukup membuat perjalanan ini berharga.

Keberadaannya layak untuk harapan berharga itu.


sumber cerita: Mobile Legends: Bang Bang

sumber gambar: Pinterest



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Map MLBB

Odette Hero Mage yang Menjadi Meta di Gold Lane

Hero Unik yang Membawa Payung di Pertandingan